Kalkulator Tarif Per Jam Freelancer
Hitung tarif per jam dan harian yang perlu Anda tagihkan untuk mencapai target penghasilan bersih setelah biaya usaha dan pajak, berdasarkan jam yang dapat ditagihkan secara realistis.
Kalkulator
Hourly rate at 50%, 70%, and 90% utilization — ranges from Rp 91,67 to Rp 50,93
- Utilisasi 50%Rp 91,67
- Utilisasi 70%Rp 65,48
- Utilisasi 90%Rp 50,93
Batas bawah tarif
Untuk membawa pulang Rp 60.000,00 setelah Rp 6.000,00 biaya usaha dan tarif pajak 25% selama 48 minggu kerja, Anda harus menagihkan minimal Rp 73,33/jam.
Perkiraan perencanaan. Aturan pajak berbeda-beda — konsultasikan dengan akuntan untuk situasi Anda yang tepat.
Tentang kalkulator ini
Menetapkan tarif freelance berdasarkan perasaan saja bisa membuat Anda merugi atau kalah bersaing. Kalkulator ini bekerja mundur dari penghasilan yang benar-benar Anda butuhkan: menjumlahkan biaya usaha, menyesuaikan untuk pajak wiraswasta, lalu membaginya dengan jumlah jam yang dapat ditagihkan secara realistis per tahun. Hasilnya adalah tarif per jam minimum yang harus Anda kenakan — ditambah tarif harian dan tiga skenario utilisasi.
Cara membaca hasil Anda
Angka utama adalah tarif per jam yang Anda butuhkan — batas bawah yang tidak boleh Anda langgar jika ingin mencapai target penghasilan. Tarif harian mengasumsikan jumlah jam per hari yang Anda tetapkan. "Omzet bruto yang dibutuhkan" adalah total pendapatan yang harus dihasilkan sebelum pajak dan biaya. Tiga batang skenario (utilisasi 50%/70%/90%) menunjukkan bagaimana tarif Anda berubah jika Anda hanya menagihkan sebagian dari seminggu penuh.
Contoh perhitungan
Target penghasilan bersih 60.000/tahun · Biaya usaha 6.000/tahun · Tarif pajak 25% · 48 minggu kerja · 25 jam yang dapat ditagihkan/minggu · hari kerja 8 jam.
Omzet bruto yang dibutuhkan = (60.000 + 6.000) ÷ (1 − 0,25) = 88.000. Jam yang dapat ditagihkan = 25 × 48 = 1.200/tahun. Tarif per jam = 88.000 ÷ 1.200 = 73,33. Tarif harian = 73,33 × 8 = 586,67.
Pertanyaan umum
Mengapa tingkat utilisasi begitu penting?
Freelancer jarang bisa menagihkan 100% waktunya — Anda menghabiskan jam untuk administrasi, mencari klien, dan jeda antar proyek. Jika Anda mengasumsikan 25 jam yang dapat ditagihkan dalam seminggu 40 jam (utilisasi 62,5%) tetapi hanya mencapai 50%, tarif per jam efektif Anda jauh di bawah kebutuhan. Skenario utilisasi membuat kesenjangan itu terlihat agar Anda bisa menaikkan tarif atau mencari lebih banyak klien.
Apa perbedaan antara jam yang dapat ditagihkan dan jam kerja?
Jam kerja adalah semua jam yang Anda curahkan untuk bisnis Anda — pekerjaan klien, email, penagihan, pemasaran, pengembangan profesional. Jam yang dapat ditagihkan hanya jam yang akan dibayar klien. Kebanyakan freelancer menemukan bahwa 60–75% waktu kerja mereka sebenarnya dapat ditagihkan. Jika tidak yakin, mulailah dengan 20–25 jam per minggu untuk jadwal 40 jam.
Bagaimana saya tahu sudah saatnya menaikkan tarif?
Jika Anda secara konsisten berada di utilisasi 80–90% atau lebih, permintaan melebihi kapasitas Anda — itu sinyal paling jelas untuk menaikkan tarif. Sinyal lain: biaya atau beban pajak Anda bertambah; Anda menambahkan keahlian yang bernilai lebih tinggi di pasar; atau Anda terpaksa menolak pekerjaan. Gunakan kalkulator ini dengan target penghasilan baru untuk menemukan tarif batas bawah yang baru.
Cara penghitungan
Omzet bruto yang dibutuhkan = (penghasilan bersih + biaya) ÷ (1 − tarif pajak). Jam yang dapat ditagihkan per tahun = jam yang dapat ditagihkan/minggu × minggu kerja. Tarif per jam = omzet bruto ÷ jam yang dapat ditagihkan per tahun. Tarif harian = tarif per jam × jam per hari. Skenario utilisasi mengganti jam yang dapat ditagihkan yang dimasukkan dengan: minggu nominal × % utilisasi × minggu kerja, di mana minggu nominal = jam per hari × 5.
Menemukan kendala terjemahan, kendala perhitungan, atau punya saran? Beritahu kami.