Lewati ke konten
Kesehatan & Tubuh

Kalkulator Ovulasi

Perkirakan hari ovulasi dan masa subur Anda dari haid terakhir.

Kalkulator

Panjang siklus28 hari
Panjang fase luteal14 hari
15ovulasi
  • 15 ovulasi
  • Cycle length: 28 days
  • Period: days 1–5
  • Fertile window: days 10–16
  • Ovulation: day 15
Hari ovulasi
15 Apr 2026
Masa subur
10 Apr 202616 Apr 2026
Haid berikutnya
29 Apr 2026

Ini adalah estimasi untuk perencanaan kehamilan, bukan metode kontrasepsi — tidak dapat mencegah kehamilan secara andal.

Siklus berikutnya

  • 1 Apr 202615 Apr 2026
  • 29 Apr 202613 Mei 2026
  • 27 Mei 202610 Jun 2026
Hanya untuk informasi umum — bukan saran medis. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional untuk keputusan tentang kesehatan Anda.

Tentang kalkulator ini

Kalkulator ini memperkirakan hari ovulasi dan masa subur Anda berdasarkan tanggal mulainya haid terakhir dan panjang siklus yang biasa. Gunakan untuk mengidentifikasi hari dengan kemungkinan pembuahan tertinggi, melacak pola pada tiga siklus yang diproyeksikan, atau sekadar memahami posisi Anda dalam siklus. Hasilnya adalah estimasi berdasarkan rata-rata fase luteal — siklus individu bervariasi, dan alat ini bukan metode kontrasepsi.

Cara membaca hasil Anda

Tanggal utama menampilkan perkiraan hari ovulasi dan masa subur Anda (rentang sekitar enam hari yang berakhir sehari setelah ovulasi). Roda siklus atau linimasa menandai setiap fase agar Anda melihat berapa hari yang tersisa dalam siklus saat ini. Tabel tiga siklus di bawah memproyeksikan tanggal yang sama untuk dua siklus penuh berikutnya. Semua tanggal mengasumsikan siklus yang teratur; jika siklus tidak teratur, anggap setiap tanggal sebagai perkiraan.

Cara penghitungan

Ovulasi diestimasi dengan rumus: Tanggal ovulasi = HPHT + (panjang siklus − panjang fase luteal). Dengan siklus 28 hari dan fase luteal 14 hari, ovulasi jatuh pada hari ke-14 siklus. Masa subur mencakup lima hari sebelum ovulasi hingga sehari sesudahnya. Tiga siklus diproyeksikan dengan menambahkan kelipatan berurutan panjang siklus ke HPHT. Metode ini mengikuti pendekatan kalender (metode ritme) yang dijelaskan oleh ACOG dan Cleveland Clinic (sumber dicantumkan di halaman ini). Karena mengandalkan asumsi keteraturan siklus, alat ini bersifat informatif saja.

Contoh perhitungan

Awal haid terakhir: 1 April 2026. Panjang siklus: 28 hari. Fase luteal: 14 hari (bawaan).

Perkiraan ovulasi: 15 April 2026 (hari ke-15 siklus). Masa subur: 10–16 April 2026 (hari ke-10 hingga 16). Haid berikutnya diperkirakan: 29 April 2026. Ini adalah estimasi — waktu sebenarnya dapat berbeda beberapa hari.

Pertanyaan umum

Seberapa akurat estimasi ini?

Kalkulator menggunakan metode kalender: ovulasi ditempatkan satu fase luteal sebelum haid berikutnya yang diharapkan. Bagi wanita dengan siklus teratur 28 hari estimasi ini sering tepat dalam satu atau dua hari, namun ovulasi sebenarnya dapat bergeser beberapa hari akibat stres, sakit, atau variasi alami. Tes ovulasi atau pelacakan suhu basal lebih tepat jika akurasi penting.

Apa itu masa subur dan mengapa enam hari?

Masa subur adalah periode di mana hubungan seksual dapat menghasilkan kehamilan. Dimulai dari lima hari sebelum ovulasi hingga sehari sesudahnya, karena sperma dapat bertahan di saluran reproduksi hingga lima hari sementara sel telur layak sekitar 12–24 jam.

Dapatkah saya menggunakan alat ini sebagai metode kontrasepsi?

Tidak. Estimasi berbasis kalender bukan metode kontrasepsi yang dapat diandalkan. Masa subur bergeser seiring variasi siklus yang normal, sehingga mengandalkan kalender saja memiliki tingkat kegagalan yang signifikan. Konsultasikan kepada tenaga kesehatan tentang pilihan kontrasepsi berbasis bukti.

Apa itu fase luteal dan bisakah saya mengubahnya?

Fase luteal adalah waktu dari ovulasi hingga awal haid berikutnya — biasanya 12 hingga 14 hari, dan lebih konsisten antar individu dibanding fase folikular. Nilai bawaan adalah 14 hari. Jika Anda telah melacak siklus sendiri dan mengetahui fase luteal Anda berbeda, memasukkan nilai nyata akan memberikan estimasi yang lebih personal.

Mengapa panjang siklus sangat memengaruhi hasilnya?

Karena ovulasi diperkirakan mundur dari haid berikutnya yang diharapkan, siklus yang lebih panjang mendorong hari ovulasi yang diestimasi ke akhir bulan. Misalnya, siklus 35 hari dengan fase luteal 14 hari menempatkan ovulasi pada hari ke-21, sedangkan siklus 28 hari menempatkannya pada hari ke-14.

Sumber

Ditinjau oleh Tim YouCalc · Terakhir ditinjau

Menemukan kendala terjemahan, kendala perhitungan, atau punya saran? Beritahu kami.

Lebih banyak kalkulator seperti ini. Pilih yang berikutnya.